SERUAN DAN PENYELAMATAN
Mazmur 130
Dahulu ada seorang
pria yang dikenal
sebagai orang jahat. Ia suka mabuk dan tenggelam dalam
kehidupan malam. Namun, ketika anak perempuannya lahir, ia merasakan kasih
Tuhan yang mengubah dirinya. Ia melihat masa depan dalam diri anaknya. Obat
terlarang dan minuman keras ia tinggalkan. Ia berubah dan menjadi ayah yang baik.
Sang pemazmur juga mengalami
kasih TUHAN yang mengubah dan menyelamatkan hidupnya. Dari jurang yang dalam,
pemazmur berseru. Bukan karena hidupnya baik dan benar lalu ia berani berseru
meminta TUHAN mendengarkan doanya. Bukan! Ia justru sadar bahwa dirinya dan
bangsanya lemah, rapuh, dan berdosa. Jika TUHAN mengingat-ingat kesalahan,
siapakah yang dapat bertahan? Justru karena kesadaran akan kesalahannya dan
mengingat bahwa TUHAN penuh kasih setia, maka
ia berseru meminta pertolongan dan pembebasan dari TUHAN. Ia yakin Allah
yang penuh rahmat itu akan menebusnya dari segala kesalahan.
Tuhan selalu memberi pertolongan bagi siapa pun yang mau datang kepada-Nya. Dosa bukan alasan untuk menjauh dari Tuhan. Ia selalu punya cara untuk membuat kita mendekat. Sama seperti kisah seorang sahabat di atas, Tuhan mengubah dirinya melalui kelahiran sang putri. Yang terpenting adalah kesediaan untuk berbalik, sebab Tuhan sendiri tidak menghitung-hitung kesalahan kita. Ia justru mau menyelamatkan kita! (Wasiat)
REFLEKSI:
Sebesar apa pun dosa kita, kasih Tuhan selalu jauh lebih besar. Itu sebabnya Ia selalu mendengar kita yang berseru dengan penyesalan.